Menggiurkan, Budidaya Belut…Tapi hati-hati Pilih Bibitnya

welut2PERTANIAN INDONESIA. Belut merupakan ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari. Bahkan kini juga diolah menjadi obat penambah vitalitas, makanan ringan (goreng tepung) dan penambah protein pada bubur bayi.

Budidaya belut sebenarnya tidak sulit dan biayanya tidak mahal. Para pemilik lahan sempit juga dapat mengembangbiakkan belut. Kolam pemeliharaannya diberi lumpur, nutrisi, bahan organik, pupuk kandang dan jerami.

Pembuatan kolam dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Diantaranya kolam untuk penampungan induk, kolam pemijahan, kolam pendederan dan kolam pembesaran.

Belut secara alami memiliki masa kawin selama musim hujan 3 sampai 4 bulan. Hewan ini memakan segala jenis binatang kecil di air. Untuk usaha pembesaran, belut sudah dapat di panen setelah berumur tiga hingga empat bulan.

Belut untuk pasar lokal ukurannya sedang, dengan umur tiga hingga empat bulan. Sedangkan untuk pasaran ekspor, ukurannya lebih besar dengan umur 6 sampai 7 bulan.

Usaha budidaya dan pengolahan belut cukup menguntungkan. Harga belut di pedagang penampungan relatif tinggi. Sementara harga beli dari pencari belut (karena masih mengandalkan alam) cukup bervariasi tergantung musim.

Makanan olahan dari belut ini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan juga ada pesanan dari negara asing. Sentra perdagangan belut yang relatif besar ada di Yogyakarta.

Meski ada beberapa variasi dalam tekhnik budidaya, namun secara garis besar hampir sama.

Hal-hal yg yang perlu diperhatikan untuk agar budidaya belut bisa berhasil:

1. mampu memilih bibit belut yang baik dan benar (bisa besar setelah dibudidayakan dan sehat)

2. mampu menyehatkan bibit belut di kolam karantina setelah perjalanan / transportasi

3. mampu mengadaptasikan benih seperti suasana di alam

4. mampu membuat media yang cocok untuk belut

5. mengetahui teknik memberi makan yang tepat dengan protein yang seimbang dengan berat badannya sehingga tidak mengakibatkan kanibalisme antar sesama belut pada bulan II sampai panen

6. mengetahui tehnik cara panen yang baik agar belut tidak luka atau mudah mati setelah dipanen.

welut1

Berikut ini salah satu Teknik Budidaya dan Pemeliharaan Belut secara lebih detil:

a. Tempat/Lokasi Budidaya

Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.

b. Pembuatan kolam

Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.

c. Media Pemeliharaan

Kolam budidaya belut menggunakan media pemelihaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
1. Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
2. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
3. Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
4. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
5. Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
7. Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm.
8. Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.

Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu.

d. Pemilihan Benih

Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.
Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan.

e. Perkembangan Belut

Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan normal dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk “U”dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.

f. Penetasan

Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pada hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang semakin hari akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia dua minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makanan sendiri.

g. Makanan dan kebiasaan makan

Belut secara alamiah memakan segala jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh di air. Belut ini akan menyergap makanannya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini menyerupai terowongan berdiameter 5 cm.

h. Hama belut

Belut jarang terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, namun mereka sering kekurangan pangan, kekeringan atau dimakan sesama belut dan predator lainnya, sehingga memerlukan air mengalir agar tetap sehat.

i. Panen dan Pasca panen

Setelah belut berkembang sesuai yang diharapkan, kita harus memperhatikan tata cara panen agar belut tidak luka dan tetap segar, baik untuk pasar lokal maupun antar daerah dan ekspor. Belut untuk pasar lokal hanya memerlukan ukuran sedang dengan umur 3-4 bulan, sedangkan ekspor perlu ukuran lebih besar dengan usia 6-7 bulan.
Perlakukan pasca panenpun juga harus diperhatikan, baik dalam membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan serta dilakukan penggantian media yang baru, sehingga makanan belut tidak habis bahkan semakin banyak.

Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :

1. Ciri Induk Belut Jantan
Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
Bentuk kepala tumpul.
Usia diatas sepuluh bulan.

2. Ciri Induk Belut Betina
Berukuran panjang 20-30 cm
Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda
Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut
Bentuk kepala runcing
Usia dibawah sembilan bulan.

Salam Daffisna,

5 Responses

  1. artikel yang bagus dan berguna banget. semoga bisa dijadikan referensi bagi calon peternak belut yang lain.

  2. makasih ya udah ngasih tau aku pingin banget nih ternak belut ya minimal buat konsumsi keluarga sukur sukur bisa di jual

  3. bagaimana cara mengatassi bibit yang mati mati pasca penebaran 1 sampai 5 hari.. pertama…penebaran..tks

  4. Top banget deh infonya…. layak dijadikan panduan dan mudah2an berdaya guna untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat… thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: