Tanaman Pemurni Udara?

gb-godong

PERTANIAN INDONESIA. PARA pecinta aglaonema kemungkinan akan jatuh cinta juga pada flora ini. Dieffenbachia namanya. Berdaun hijau dan lebar, dengan corak putih atau kekuningan. Coraknya bisa berbentuk bintik besar atau kecil, garis, atau splash warna. Dieffenbachia bisa tumbuh hingga lebih dari satu meter. Panjang daunnya bisa mencapai hampir 50cm, dengan lebar kurang lebih 30cm. Daun lebarnya ini menjadi alasan flora ini dinobatkan sebagai salah satu tanaman peneduh. Menanam dan merawatnya mudah. Penyiraman pun tak perlu sering dilakukan. Pasalnya, media tanam yang terlalu basah, justru akan menimbulkan kebusukan pada akar. Selain itu, Dieffenbachia juga menyukai tempat teduh. Jadi, tak masalah jika ingin menjadikannya sebagai tanaman indoor. Masih ada satu lagi kelebihan dari flora tropis asal Amerika Selatan ini. Daun Dieffenbachia mampu menyerap racun di udara. Menempatkannya dalam ruangan, selain mempercantik ruang, juga membersihkan udara. Menanamnya di halaman, bisa ikut membantu mengurangi gas polutan di sekitar rumah.

Diatas bersumber dari media yang meyakini bahwa Dieffenbachia mampu menggantikan peran aglaonema secara sempurna. Benarkah? Pengin mengenal lebih jauh? dieamona01nDieffenbachia merupakan tanaman hias populer yang biasa ditanam di pekarangan. Keindahannya berasal dari bentuk tajuk dan juga warna daunnya yang bervariasi: hijau dengan bercak-bercak hijau muda atau kuning. Di kalangan penjual tanaman hias, Dieffenbachia dikenal pula sebagai daun bahagia atau bunga bahagia. Dieffenbachia juga dikenal mudah dalam perawatan dan perbanyakannya. Tanaman ini tahan dalam ruangan meskipun untuk jangka tertentu perlu diperlakukan pula di ruang terbuka. Warna daunnya cenderung gelap bila ditempatkan dalam ruang atau di bawah naungan, namun menjadi terang cerah di bawah sinar matahari.  Perbanyakannya umum dilakukan dengan stek. dieffen3 Harus Hati-hati Getah daun dan batang Dieffenbachia dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah serta kerongkongan bila mengenainya. Meskipun setelah beberapa waktu dapat pulih kembali, gejala ini dapat menyebabkan syok, bahkan berakibat fatal apabila kejang mengganggu saluran pernafasan.  Anak-anak dan hewan peliharaan rentan akan bahaya ini.  Ada laporan yang menyatakan, hal ini pernah diterapkan untuk menghukum. Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel yang disebut rafida dan berbentuk jarum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: