Menanam Paprika dalam Polibag

Parika sudah lama populer di luar negeri tetapi baru belakangan ini di Indonesia mulai banyak dikembangkan. Paprika kemungkinan besar akan semakin populer karena memiliki bentuk yang khas, warna yang bagus dan semakin berkembangnya resep masakan yang memanfattka cita rasa paprika.
paprika
Paprika (Capsicum annuum) memiliki 3 warna yang populer digemari baik oleh hobies, ataupun untuk masakan yaitu paprika merah, paprika kuning dan paprika hijau. Paprika Hijau sendiri sebenarnya merupakan paprika yang masih muda, dimana setelah tua akan berubah menjadi merah atau kuning.

Benih Paprika mudah didapat misalnya dengan beli di toko online http://www.taniasri.com:
Benih Paprika Merah diperoleh disini
Benih Paprika Kuning di beli disini
Benih Paprika Hijau dibeli disini

Sebelum ditanam dalam polibag, sebaiknya biji/benih paprika disemai terlebih dahulu dalam tray benih. Tray harus dalam naungan dari paparan terik sinar matahari langsung, apalagi hobies yang berkebun di dataran rendah sebaiknya juga menghindari lingkungan yang terlalu menyengat. Setiap pagi hari benih paprika yang disemai ini disirami dan dikontrol dari hama pengganggu. Jika menginginkan pra semai, benih paprika dapat di rendam dulu dalam air hangat sekitar 2-5 jam. Setelah itu baru bisa di tabur pada tray semai.

Sementara menunggu benih sprout, siapkan media pada polibag besar yang merupakan campuran antara tanah, arang sekam dan pukan atau kompos. Benih paprika setelah tumbuh daun sejati atau total daun minimal 4 dan tanaman cukup kokoh, pindahkan bibit pada polibag atau pot. Pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mencegah stress pada tanaman. Pemindahan dilakukan dengan cara di congkel termasuk tanah dalam tray, bukan mencabut tanaman.

Ingat bagi hobies di dataran rendah, bahwa paprika lebih menyukai dataran menengah dan tinggi, jadi letakkan polibag dalam naungan.

Hama dan penyakit pada paprika tidak berbeda dengan tanaman cabai. Jadi cara penanggulangannya pun sama. Namun serangan lebih intensif pada antraknosa dan thrips, bermisia, tungau dan aphids.
Perlu dipersiapkan ajir, mengingat buah paprika agak besar yang akan memberatkan tanaman nantinya.
Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali terutama pada masa awal pemindahan, dan selanjutnya disesuakan dengan cuaca lokasi. Pemupukan dapat dilakukan seperti tanaman cabai, atau dengan pola sederhana NPK seminggu sekali. Pemupukan bisa dilakukan 2 minggu setelah pemindahan bibit.

Penyiraman, pemupukan dan penyemprotan hama penyakit dilakukan rutin sampai menjelang panen. Penyemprotan beberapa hari menjelang panen sebaiknya menggunakan pestisida herbal agar lebih sehat, yakni dengan campuran remasan air bawang putih dan air tembakau. Dalam pemeliharaannya perlu dilakukan pemangkasan terhadap tunas vegetatif yang muncul pada ketiak batang utama, agar bunga menghasilkan buah paprika yang besar. Pemangkasan ini bertujuan agar tanaman tumbuh memanjang keatas tanpa banyak cabang.

Pemanenan buah paprika dilakukan bersama dengan tangkai buahnya (kaliks), karena selain mempercantik penampilan juga supaya paprika dapat tahan lama dipasaran. Proses pemanenan pun harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai buah terjatuh atau terkena tusukan gunting atau pisau. Sehingga buah yang dipanen bisa tetap mulus tanpa cacat. Adapun untuk bentuk pengemasan yang sering dilakukan dalam pengangkutan adalah dengan keranjang plastik yang setiap lapisannya diberi koran, bisa juga menggunakan keranjang bersekat seperti keranjang telur.

 

Benih Tani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: