Gambas (Oyong) Tak Tuntut Banyak Syarat Tanam

tanaman gambasGambas atau Oyong Gambas atau oyong atau emes/termemes (Luffa acutangula, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) dipanen buahnya ketika masih muda dan diolah sebagai sayur. Tanaman ini termasuk tanaman memanjat/merambat. Tanaman oyong membutuhkan iklim kering, dengan ketersediaan air yang cukup sepanjang musim, tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi.

Tanaman oyong toleran terhadap berbagai jenis tanah, hampir semua jenis tanah cocok ditanami oyong. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5-6,8.

Pengolahan Tanah
Tanah sebelumnya diberi pupuk kandang/kompos dicangkul atau dibajak agar tanah menjadi gembur. Kemudian buat lubang tanam berukuran 200 cm x 60 cm atau 200 cm x 100 cm.

Penanaman dan Pemupukan
Gambas dapat ditanam melalui benih dengan cara ditanam langsung atau melalui pesemaian terlebih dahulu.
Benih Gambas dapat diperoleh di toko online dengan berbagai pilihan antara lain: Gambas Unggul,   Gambas Esenza, atau Gambas Anggun.
Masukkan biji oyong per lubang tanam antara 2–3 butir, tutup dengan tanah setebal tipis antara 1-1,5 cm. Pupuk diberikan pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk bisa tidak perlu terlalu banyak, karena gambas bisa tumbuh baik meski tanpa pemupukan jika tanah sudah cukup nutrisi. Kemudian setelah berumur 10-15 hari, pasang bedengan sebagai media rambatan.

Pemeliharaan
Pemeliharaan oyong sangat mudah hanya dengan penyiraman secara berkala. Kemudian penyiangan gulma dan rumput yang tumbuh serta pemangkasan daun agar pertumbuhan buah bisa terfokus.

Panen dan Pascapanen
Pemanenan oyong dapat dilakukan berulang-ulang. Panen pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 40-70 hari setelah tanam.
Ciri-ciri umum buah oyong yang siap dipanen antara lain adalah buah berukuran maksimum, tidak terlalu tua, belum berserat, dan mudah dipatahkan. Produksi oyong setiap tanaman mencapai 15-20 buah. Buah oyong yang memang dipanen muda mudah rusak sehingga pengemasan yang baik sangat diperlukan untuk memperpanjang daya simpan, terutama jika untuk pengiriman jarak jauh. Pada suhu 12-16 C, buah oyong bisa disimpan sampai 2-3 minggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: